Vania "Dia sebenarnya malas bekerja untuk kepala keluarga yang enggak jelas asal-usulnya, makanya dia setuju untuk bekerja sama denganku," tandas Emi sambil membanggakan diri. Aku tersenyum tipis ketika membayangkan wajah Alex kemarin. Aku memang meminta dia untuk mendekati Emi secara langsung dan bangun hubungan yang sedikit lebih detak, tapi dia menolaknya mentah-mentah. Sekarang mungkin dia sudah menerimanya setelah berpikir panjang tentang ke depannya. Sungguh, aku juga tidak percaya dia akan melakukan dengan cepat seperti ini. Aku pikir dia baru akan melakukannya setelah beberapa waktu ke depan. "Kamu yakin pria itu setia?" tanya papa pelan dan aku hanya mengangguk, karena sekarang aku sedang penasaran apa yang sedang direncakan wanita ini. Jadi mendebarkan percakapannya lebih lan

