Vania Cukup kaget dengan cerita papa mertua, tapi tetap saja ada yang mengganjal di pikiranku. Tadi aku berniat untuk menanyakannya, tapi ketika melihat Mas Bagas yang hanya diam, aku jadi bingung, dan merasa tidak enak hati. Nanti aku akan mencari waktu yang tepat untuk menanyakannya langsung kepada papa hanya empat mata. Agar tidak ada yang merasa canggung, baik aku ataupun papa. "Apa benar Gion tidak membenci kamu, Mas? Secara kan dia dibesarkan oleh orang lain dengan sederhana. Jauh seperti Mas," ucapku yang kembali terusik dengan sikap kakaknya Mas Bagas itu. Jika mendengar nada bicaranya, dua memang tulus. Namun, entah kenapa ketulusan itu justru membuatku tidak yakin kalau pria itu memang sepenuhnya baik. Bagaimana kalau ternyata dia penuh teka-teki dan berusaha membuat celah ag

