Bagaskara "Sebenarnya mirip Papa, hanya tidak terlalu," jawabnya mulai lembut, "mereka lebih mirip kakeknya." Aku dan Vania hanya mengangguk. Anehnya sikap papa kepada Vania kembali lembut. Cara bicara dan cara menatapnya juga sudah berbeda, tidak seperti kemarin-kemarin yang selalu emosi, dan tatapannya tajam. "Terus bagaimana dengan Gion ini, Pa?" tanya Vania sambil menyerahkan selembar surat yang menyatakan kalau dia adalah benar anak dari orang tuaku. Papa menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. "Gion lahir beberapa detik sebelum kamu, Bagas," lirihnya membuatku dan Vania saling tatap, "tapi sayang wajahnya dulu lebih mirip dengan seseorang." "Seseorang?" Vania menatap tidak percaya kepada papaku yang kembali terlihat tegang. Padahal, ini adalah kenyataan yang sang

