Bab 22

1369 Kata

Bagaskara Aku kembali pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk. Aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya diri ini inginkan. Pencarian tentang Vania pun aku hentikan sementara. Terlebih kedua orang tuaku juga sudah tidak mengungkit tentangnya lagi. "Apa yang sedang kamu lakukan, Vania?" gumamku tanpa sadar. Ya, ampun, kenapa aku malah membayangkan tentangnya? Lupakan dia, Bagaskara. Dia sangat tidak layak untuk diingat orang sepertiku. Sampai malam, aku tidak bisa tidur. Padahal, biasanya aku akan langsung pergi ke alam mimpi meski baru beberapa menit mata ini terpejam. Beberapa hari ini tidak. Lebih tepatnya semenjak orang tuaku kembali ke tanah air, semuanya langsung berubah menjadi kacau. Kira-kira ke mana mereka pergi malam-malam begini? Aku tidak berhenti memikirkan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN