Bagaksara "Dia terus menatapku." Aku mulai mengatakan yang sebenarnya, tapi dia malah terbahak. "Mas, percaya diri boleh, tapi jangan kelebihan seperti itu. Enggak pantas. Sekarang kamu sudah tua," ejeknya dan aku malah bahagia melihat dia tertawa lepas seperti ini. Aku bahkan rela diejek ribuan, bahkan jutaan kali kalau dia sambil tertawa. Sudah lama dia tidak menunjukkan kebahagiaan seperti ini dan terkesan langka. "Tapi tatapan dia padaku memang tidak biasa, Sayang. Matanya menatap seolah ingin memiliki. Bagaimana kalau di dalam hati dan pikirannya, dia ingin memiliki aku?" tanyaku serius. "Kalau kamu juga menginginkan dia, aku tidak menyalah." Vania menjawab diluar dugaan. "Beberapa kali terluka membuatku sadar bahwa tidak ada gunanya menahan orang yang tidak ingin bersama kita.

