Bagaskara "Ayahku mulai mendatangi kediaman Arvad," jawabnya membuat tubuhku seketika melemas. Pantas saja akhir-akhir ini perasaanku tidak enak, ternyata benar ada hal yang akan membuat kami kembali harus berhati-hati. Baru beberapa saat merasakan ketenangan, aku pikir ini akan selamanya. Ternyata tidak, beliau hanya sedang menunggu waktu untuk memberikan ujian yang baru. "Tentu kau tahu bukan, semua orang yang ada di sana sudah sangat baik, dan benar-benar berada di pihak Vania?" tanyanya lagi, tapi kali ini aku hanya mengangguk lemah. "Ayahku pasti sedang berusaha untuk mengetes kesetiaan mereka juga. Jadi, jangan terlalu khawatir. Hanya ada satu hal yang membuatku sedikit terusik." "Apa itu, Om?" "Ayahku suka melakukan hal-hal ekstrim. Bahkan nyawa pun akan menjadi taruhannya," p

