“Mas Wendy apaan, sih?!” protes Nela. Berusaha bangun. “Diam dan duduk di situ! Pantesan kamu nggak peduli sama bunda, dan gak punya rasa empati pada keluarga ini, ternyata kamu memang bukan bagian dari keluarga ini!” pekik Wendy berkacak pinggang. “Mas Wendy ngomong apaan, sih? Marah-marah nggak jelas!” ujarnya berusaha bangun. Yang benar saja dia harus duduk dilantai seperti bik Inah. “Siapa yang marah? Memang kamu bukan anak ayah dan bunda! Tanya saja sama bik Inah kalau tidak percaya?” ujar Wendy dengan gestur meremehkan. “Enak benerya! Kamu memakai semua fasilitas yang bukan hak kamu! Sini kunci mobilnya!” Dengan kasar Wendy merampas kunci mobil yang masih dipegang Nela. “Mas Wendy…” protes Nela berusaha mempertahankan kunci mobil di tangannya. Tapi karena bingung dan panik dengan

