“Nela sudah ke luar dari kamar itu?” tanya Wendy sepulangnya mengantar sampel rambut. Aleesa menggeleng. “Dasar tidak tahu malu!” ujar Wendy geregeta, “Mas, Wendy. Biar saja dulu dia tidur di kamar itu, saya sama ibuk di kamarnya. nanti kalau hasil test nya ke luar, nanti kita bicarakan lagi,” usul Tia yang masih ragu tentang asal-usulnya. Dia takut menjadi anak durhaka, bagaimana kalau ibuk adalah benar-benar orang tuanya? Wendy diam, ia paham kekhawatiran Tia. “Sayang, kita balik ke hotel ya, besok kita ke sini lagi,” ujar Jose pada Aleesa. Tanpa membantah, Aleesa mengangguk. Ia kasihan pada Jose jika harus tidur di kamar Wendy lagi. Lagi pula ia juga sangat lelah, ia ingin istirat. Aleesa segera naik ke lantai dua untuk memberi tahu Yuni. Aleesa terkesiap saat melewati kamar Dela

