Melisa tengah termenung di ruang kamar besar nya. Ia sedih memikirkan putra kedua nya yang terlihat sangat terkekang. Apa kalian fikir Melisa tak mengawasi gerak-gerik putra kesayangan nya itu?. Ya, Melisa sengaja mengirim kan anak buahnya, untuk mengawasi setiap apa yang di lakukan pemuda tersebut. Hingga Melisa dapat mengetahui semua tentang hari-hari yang di jalani putra nya itu, Garel. "Kau memikirkan Garel?" Tebak sang suami yang kini mendudukkan bokongnya di samping istrinya tersebut. "Em, aku merasa kasihan padanya," lirihnya. "Bukankah ini maumu hm?" Rammon melingkar kan kedua lengannya di pinggang ramping sang istri. "Andai bukan karena Risa adalah putri Lisa, aku tidak akan melarang nya seperti ini. Aku hanya takut putraku dalam bahaya," "Iya aku juga begitu, tapi bagaimana

