Pagi ini di Universitas tempat Risa dan kawan-kawannya biasa bertemu. Gadis itu terlihat lebih murung dari haro biasanya, padahal ia di kenal sebagai gadis yang periang. Tapi entahlah, ada kabut kesedihan apa yang sekarang menyelimuti hatinya. Yona, sahabat dari Risa sedikit heran. Menatap bingung ke arah gadis di sampingnya yang sedari tadi hanya melamun seraya menopang dagu. "Sa.... kau ok?" Tanya Yona, sembari menoleh ke arah Grace yang juga terlihat menghedikan bahunya tanda tak mengerti. Risa hanya menggeleng kan kepalanya pelan, dengan tatapan fokus ke depan. "Sa....kau tak mau bercerita dengan kami?" Timpal Grace. "Ayahku menjodohkan ku dengan Jacson," tuturnya malas. Yona sontak membolakan kedua bola matanya. Bagaikan ada ledakan bom di dalam dadanya. Yang mampu menghancu

