Pagi ini seperti biasa, di kediaman keluarga kecil Gilbert. Hampir beberapa hari ini Cinta bersikap acuh pada sang suami, namun meski begitu Cinta tetap menjalankan tugas nya sebagai seorang istri. Cinta menjalani kehidupan monoton nya di setiap pagi, memasak sarapan, membersihkan rumah dan semacamnya. Dan tiba-tiba saja, ia di kejutkan dengan bunyi dering dari phonesel nya. Dengan segera ia meraih benda pipih tersebut dari atas nakas. Melihat nama yang tertera di layar phonesel tersebut, seketika garis bibirnya sedikit tertarik. Iyup! Nama seorang pemuda yang dahulu selalu hadir di dalam mimpinya. Sosok pemuda yang sempat mengisi relung hati nya sebelum ia melepaskan masa lajangnya dan memilih berpisah dengan pemuda itu. Julio, nama sosok pemuda tampan yang selalu mengharapkan cinta

