Gloria tersenyum kecut. Gilbert sekarang berubah, pemuda itu tak lagi seperti kekasihnya terdahulu. "Gi,... boleh aku bertanya sesuatu?" Timpal gadis tersebut. "Em, apa?" Sahutnya. "Apa kau mencintai istrimu?" Lirihnya. Gilbert terkejut. Bagaimana bisa kekasihnya ini bertanya pertanyaan konyol macam itu. Gloria tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu sang kekasih. "Jangan mengada-ada, mana mungkin aku mencintai gadis lain. Kau tau, aku sangat mencintaimu," tuturnya, berusaha meyakinkan diri bahwa dirinya hanyalah mencintai gadis di sampingnya ini. "Aku harap juga begitu, aku tidak ingin kau pergi dari hidupku," Gloria memejamkan kedua matanya, menahan air mata yang siap meleleh kapan saja. Gilbert menghadap ke arah sang kekasih. "Ayo ikut dengan ku, kau bisa menginap di ru

