Malam ini Gilbert tidak bisa memejamkan kedua matanya. Ia gelisah, kala mengingat tentang kebohongan nya pada sang istri. Hingga tiba-tiba suara phonselnya berbunyi, mengalihkan lamunannya. Gilbert melihat layar phonesel tersebut, seketika kedua alisnya menukik ke atas. Membaca isi pesan di layar benda tersebut. "Gloria," kenapa kau mengajakku bertemu malam-malam begini?" Gumamnya risau. Namun entah dirinya bodoh atau apa, dengan entengnya ia mengiyakan permintaan gadis yang masih berstatus sebagai kekasihnya itu. Dengan langkah tergesa, Gilbert menyambar jaket yang tercentel di balik pintu kamar nya. Mengambil kunci mobil dan langsung menuruni tangga. "Kau mau kemana?" Tanya sang istri sedikit berteriak. "Ingin menemui Klein," begitu lihai bibir nya berdusta. Cinta sedikit tak per

