BTW II 64

1290 Kata

Maria, gadis cantik itu kini terlihat tengah menangis di pelukan sang kakak ipar. Bagaimana tidak, jika kedua kakaknya saja tiba-tiba bilang padanya. Menyuruh Maria untuk tinggal bersama Allard dan seorang Dokter, demi kesembuhan nya. "Kakak, aku takut. Aku tidak mau jauh dari Kakak!" Tangisnya. "Sayang, dengarkan Kakak, ini semua demi kesembuhan mu. Kakak janji, akan selalu menjenguk mu setiap hari," ujar Mela. Sedang Jino, pemuda itu tak bisa lagi berkata apa-apa. Ia tak tega melihat adik kesayangannya bersedih seperti ini. "Kakak janji?! Akan selalu menjengukku?" Tanyanya dengan kedua mata berbinar. "Em, Kakak janji," senyum Mela, menghiasi wajah sembabnya. Sejujurnya ia tak rela melepaskan gadis polos ini. Setelah mendapat persetujuan dari Maria, Mela dan Jino segera mempersiapkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN