Garel memandang lekat wajah sang kekasih di hadapannya. Ia tak tau kenapa gadis itu terlihat sedih. "Ris, kenapa kau bersedih?" Tanyanya. "Aku masih tidak bisa percaya padamu," lirihnya. Garel menautkan kedua alisnya. "Kenapa begitu?" "Kau sudah dua kali menghianati ku," sahutnya. Garel terkekeh miris. Iya benar, ia melakukan itu tapi bukan tanpa alasan. "Lalu? Kau ingin menjauhiku sekarang? Jika iya, aku tak apa. Aku memang pantas menerima semua itu. Aku telah tega menyakiti mu selama ini," lirih Garel, jujur ia sangat terluka. Ia tak apa jika Risa membenci nya, yang terpenting ia tetap bisa melihat gadis itu tersenyum. Garel berdiri dari tempat duduknya. "Aku pulang dulu, keluarga ku sudah menjemput. Apa kau tidak ingin pulang hm? Kau masih ingin berlama di rumah sakit ini?" Tan

