"A...aku, aku mau minta maaf padamu," gugub Risa, ia sangat takut dengan aura datar yang terpancar di wajah pemuda tampan ini. "Untuk apa?" "Karena aku sudah salah paham padamu, tolong! Maafkan aku," Garel menyunggingkan sudut bibir nya. "Baiklah dengan satu syarat," timbal Garel. "Apa?" Risa menatap polos ke arah Garel. "Menikahlah denganku!" Ini bukan permintaan melainkan sebuah pernyataan. Risa terkejut. "Me... menikah?" "Iya, kenapa? Apa kau tidak mau?" "Iya aku mau," seru Risa, begitu lantang dan tak tau malu. Garel tersenyum melihat tingkah lucu gadis di hadapannya ini. "Rel, ku fikir kau tadi marah padaku?" Lirih Risa kemudian. "Iya aku memang marah pada mu," tegas Garel. Risa tersentak. "Kenapa?" "Karena cara berpakaian mu yang terbuka. Aku tidak rela jika ada ora

