BTW II 47

1335 Kata

Bimo beserta istrinya mendatangi kediaman Fatony. Masa bodo dengan rasa malu, yang terpenting saat ini adalah putrinya. Melisa mempersilahkan masuk kedua orang tersebut. Kini mereka terduduk di sofa mewah, ruang tamu keluarga nya. Melisa pergi ke kamarnya, memanggil sang suami. Dan kini mereka berempat duduk saling berhadapan, tak ada senyuman atau sapaan pertemanan di antara keempat nya. Hanya ada tatapan datar dari sang tuan rumah. "Ada apa kau datang kemari Bim? Bukankah kita sudah membatalkan acara perjodohan anak kita?" Sarkas Rammon. "Kau yang membatalkan nya, dan aku tidak," tuturnya, mengelak. Rammon berusaha menetralkan emosinya. "Apa maumu Bim?" Geram Rammon. "Aku ingin Garel menikahi putriku," dengan tidak tau malunya ia berucap demikian. Rammon sudah ingin berteriak ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN