Bab 21

1075 Kata

"Suster, saya titip Rika dulu, nanti saya susul ke UGD!" pesanku pada suster yang sedang membawa Rika. Keadaannya pun masih dalam keadaan sadar. "Mbak Mila, kamu urus Mas Hendra aja dulu, aku baik-baik saja. Ada suster yang menangani." Aku pun mengangguk. Kemudian, pergi bergegas ke tempat Mas Hendra. Aku melangkah dengan setengah berlari, tidak terlalu cepat, tidak juga lambat. Setiap kali melangkah, aku selalu membayangkan peliknya rumah tangga. Apa salahku hingga Tuhan memberikan cobaan yang terlalu berat? Terlebih-lebih jika Mas Hendra dinyatakan positif, bagaimana nantinya? Sanksi sosial juga pasti ada. Aku tidak bisa membayangkan itu semua, anakku dijauhi oleh banyak orang hanya karena akibat dari perbuatan papanya. Dosa memang ia sendiri yang tanggung, tapi efeknya pasti ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN