Bab 22

1091 Kata

"Rika, bukankah itu Tante Wulan, ibumu?" Aku memberi tahu Rika sambil membuka gorden penyekat. Rika berusaha beranjak dari tempat tidurnya, ia pun dibantu oleh Wisnu dan temannya untuk melihat apa yang kulihat. "Astaga, iya itu mama papaku. Mbak, tolong antar aku ke situ!" pinta Rika. "Kamu di sini aja, biar aku yang lihat korban kecelakaan," imbuh Wisnu. "Mas, itu benar orang tuaku. Tolong antar aku ke situ!" tegas Rika. Wisnu menatapku seraya izin, aku pun mengangguk. Kemudian, Rika pun diantarkan ke bilik sebelah, tapi petugas mencegahnya. "Maaf, Mbak. Korban sedang ditindak oleh Dokter," cegah suster. Aku pun berusaha menenangkan Rika dengan menyuruhnya berbaring sambil menunggu dokter selesai memberikan tindakan medis untuk orang tuanya. "Kamu berbaring di sini, tunggu dok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN