Bab 27

1281 Kata

Menghadapi rentetan penolakan, Ghamaliel menatap tajam perempuan di depannya.  Mulutnya setengah terbuka, rambut berantakan, wajahnya memerah sampai ke leher. Walaupun enggan mengakui, tapi dia kelihatan imut.  "Kamu yang buka sendiri di bawah selimut, atau aku yang buka paksa?"  "Tapi, pak?"  "Pilih salah satu!"  Di bawah tatapan tajam Ghamaliel, Tera tak bisa menolak apalagi kabur, dia tidak melihat celah untuk itu. Terpaksalah dia membuka pakaiannya sendiri dan memberikannya kepada Ghamaliel.  Kulit telanjangnya terasa dingin. Tera menenggelamkan kepalanya ke dalam selimut supaya hangat.  Di koridor, pintu lift terbuka. Nenek Sutedja keluar diikuti oleh Alarik dan dua orang lainnya.  Sepanjang jalan, nenek Sutedja tak berhenti mengomeli Alarik karena menekan angka di setiap lant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN