Mencari Kebenaran

1530 Kata

Langit sudah mulai berubah temaram saat Raden Arya menapakkan kakinya di pelataran Pendopo Arga, tempat yang dulu ia bangun untuk ketenangan, namun kini justru menyimpan ribuan ganjalan di d**a. Angin sore berembus membawa aroma tanah basah dan suara jangkrik di kejauhan. Langkah sepatu kulitnya menimbulkan gema kecil di lantai marmer. Kembali menapak setelah beberapa hari tak pulang ke sini. Beberapa abdi dalem menunduk sopan saat melihat tuannya datang. Mereka tahu benar, setiap kali Raden Arya datang dengan wajah setegang itu, lebih baik diam saja dan tak banyak bertanya. Namun, tak seperti biasanya, Sekar tak tampak di teras belakang tempat ia sering menunggu. Biasanya, wanita itu sudah duduk dengan dandanan manis, menyambut Arya dengan senyum dan segelas wedang jahe hangat. Kini, h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN