Rize, Turki — Perkebunan Erdem Tanumaja Udara di Rize yang khas pegunungan, begitu sejuk, lembap, dan dipenuhi aroma pucuk teh segar yang baru berkembang. Hamparan hijau membentang seperti permadani raksasa di bawah langit biru. Cuaca hari ini begitu cerah. Indah sekali dipandang. Mobil hitam yang di tumpangi Linggar berhenti di jalan tanah. Rajas turun lebih dahulu, membuka pintu untuk tuannya. Begitu Linggar menapakkan kaki di tanah Rize, suara riang dan antusias langsung terdengar. “Bay Linggar geldi!” (Tuan Linggar datang!) Para pekerja — pria paruh baya, ibu-ibu yang masih segar untuk memetik teh, hingga pemuda-pemudi — berlari kecil mendekat. Wajah mereka berbinar. “Hoş geldiniz, Bayım!” (Selamat datang, Tuan!) “Uzun zamandır sizi görmedik!” (Sudah lama kami tidak melihat Anda

