47

1020 Kata

Mobil hitam dengan kaca gelap meluncur pelan di antara padatnya lalu lintas Istanbul. Gedung-gedung modern berbaur dengan bangunan tua era Ottoman, membuat kontras kota itu semakin menegaskan bahwa Istanbul memang tempat di mana masa lalu dan masa depan menyatu. Rajas mengemudi dengan tenang. Sesekali ia melirik melalui kaca spion ke arah Linggar yang duduk di belakang — lelaki itu tampak tenggelam dalam pikirannya. Linggar menatap ponsel, membuka pesan terakhir dari ibunya. Foto Raden Ayu berdiri di halaman yayasan, dikelilingi anak-anak kecil yang meraih tangannya dengan senyum malu-malu. Ayu menunduk sedikit, rambutnya jatuh ke pipi, dan senyumnya… ya Tuhan. Senyum itu masih sama seperti sebelum semuanya hancur. Linggar menahan napas. Merasakan degupan detak jantungnya hanya karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN