45

1711 Kata

Tawa anak-anak bergema di halaman. Raden Ayu berlari kecil, dikejar tiga bocah laki-laki yang membawa balon warna-warni. Rambutnya sedikit berantakan, pipinya memerah karena banyak tertawa. Mungkin juga yang sudah menahan lelah tapi tak ingin berhenti. Pemandangan itu… menghangatkan hati siapa pun yang melihatnya. Termasuk Leyla Erdem Tanumaja. Wanita itu berdiri tidak jauh dari mereka dengan ponselnya yang terangkat. Ia menekan tombol rekam sambil tersenyum lebar—senyum jahil khas seorang ibu yang baru mendapatkan “senjata” untuk mengusili putranya sendiri. “Gülümse, Ayu…” bisiknya pelan, meski Ayu tidak mendengar. (Senyum, Ayu.) Beberapa detik kemudian, Leyla berhenti merekam dan melihat hasilnya. Video itu memperlihatkan Ayu tertawa, menggendong bocah kecil yang memeluk lehernya er

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN