Pagi itu, ruang sekretaris utama milik Raden Arya Maheswara terasa begitu tenang. Hanya bunyi ketikan jari Ayu di atas keyboard yang terdengar teratur, diselingi suara lembut detak jam di dinding. Cahaya matahari yang menembus tirai tipis jatuh ke meja kerjanya, membingkai wajah Ayu yang tampak serius namun tetap memancarkan keayuannya. Ia sudah duduk di sana sejak pagi, menyusun laporan keuangan dan administrasi yang diminta oleh atasannya—yang tak lain adalah suaminya sendiri. Raden Ayu Kirana Ratnadewi. Sekretaris pribadi sekaligus istri sah dari direktur muda Maheswara Group. Namun pagi itu, ekspresi lembut di wajahnya sedikit berubah. Alisnya berkerut, jarinya berhenti di atas laptop. “Ini... kok angkanya beda?” gumamnya pelan. Ayu membuka file lain untuk membandingkan. Benar saja

