"kalian tidak perlu tahu siapa orangnya" jawab Zoni datar. "jika kau bertidak gegabah, kakak tidak akan segan-segan membunuh mu Zoni" ancam Zeline menatap tajam ke arah adik semata wayang nya itu. " kakak, maaf Zoni datang terlambat. Zoni benar-benar tidak bisa menjadi adik yang baik untuk kakak" ucap Zoni. "kau baru sadar sekarang?" tangkas Zeline. "auuu" Sheila menjerit kecil ketika tiba-tiba perut nya terasa sakit. "sayang, kau baik-baik saja?" tanya Shivin sambil meletakkan tangan nya ke perut sang istri. Sheila hanya mengangguk lemah, dia seperti nya sangat kelelahan. "Sheila, kalian pulang aja dulu. aku nggak papa kok sendiri di sini". ujar Zeline. "Felix, bisakah kau menjaga Zeline untuk ku? aku akan pulang sebentar bersama Shivin" pinta Sheila. "saya, baiklah Nona". jawab

