"Lihat lah nak, belum juga kau lahir ke dunia ini. Tapi Mama mu ini sudah sering sekali menjual nama ku agar bisa memenuhi keinginan aneh nya itu. Jika Papa tidak menuruti nya, dia pasti akan marah berhari-hari". batin Shivin. "oke, baiklah! kau ini suami siap siaga Shivin, kau juga calon ayah siaga. Turuti saja kemauan istri mu, senang kan dia dan buat dia bahagia" Shivin menghela nafas kasar. "baiklah sayang, ayo kita pergi sekarang" ujar Shivin sambil memegang pundak nya Sheila. "tidak perlu, kau menjawab nya terlalu lama dan dengan terpaksa. Aku sangat tidak suka nada suara mu itu". jawab Sheila, menyingkirkan tangan suaminya. Ya Tuhan... Shivin menghembuskan nafas nya dengan sangat pelan agar tidak bisa didengar oleh sang istri. "sayang, aku akan sangat senang sekali jika kau mem

