"Kondisi Kala mencemaskan. Dokter ahli telah menanganinya. Aku tidak menyangka akan secepat ini." Amara hanya diam. Matanya menelusuri lantai koridor rumah sakit yang dingin bersama Dokter Kana yang setia menemani. Dokter Kana menjadi dokter pribadi sang ayah sejak sepuluh tahun lalu. Mereka berteman baik. Dan Dokter Kana sama sekali tidak keberatan membantu temannya yang kesulitan agar cepat pulih. Seakan tahu di jam tertentu sang putri akan datang, Dokter Kana akan setia menemani. Sebelum dia kembali ke rumah untuk beristirahat, dokter baik itu akan menjelaskan perkembangan si pasien dengan rinci. Seolah Amara mendengarkan, meski dia berusaha untuk tidak peduli. Tapi Dokter Kana acuh, terus bicara. Berpikir seakan Amara mendengarkan, sementara dia memberi detail secara pasti pada gadis

