"Selamat sore." Ken mengerjap bingung. Tatkala menemukan Rail duduk di depannya dengan seuntai senyum ramah. Saat mata mereka bertemu, dan Ken hanya mengangguk singkat sebagai kesan formal. Tidak ingin nuansa canggung ini membuat mereka tampak kaku satu sama lain. Lain halnya saat Davion menatapnya. Senyum Rail berubah menahan sakit. Ketika alis pria itu menaut, Rail berpaling untuk berdeham kecil, mengubah posisi duduknya agar terlihat lebih nyaman dan pas. "Aku tidak tahu kau akan datang." Rail tersenyum kecut. "Benarkah? Aku melihat mobilmu di depan. Kebetulan aku bertemu teman lama di sekitar sini. Apa kalian sibuk sekarang?" Davion menggeleng samar. "Tidak. Kami sedang duduk santai." "Kau tidak bekerja di kafe?" Ken yang kini bersuara. "Tidak. Aku membawa Davion pergi dan membi

