57

1369 Kata

"Astaga. Gosip itu tidak benar?" Pagi mereka kembali seperti neraka saat kabar berhembus bahwa posisi Fatish Amara akan terganti. Tapi para karyawan masih mencoba menebak siapa kandidat pantas menggantikan posisi adikuasa di dalam perusahaan mereka. Karena posisi Amara sangat kuat. Sampai-sampai tidak ada satu pun bisa menggeser wanita itu dari sana.  Tetapi pagi ini lagi-lagi pil pahit harus mereka telan. Atasan mereka muncul dari balik pintu putar. Saat Amara muncul dua hari setelahnya. Kaca telah terganti dengan kaca yang baru. Ana melakukan tugasnya dengan baik. "Selamat pagi." Sapaan penuh basa-basi itu mampir. Amara mengangguk singkat, menempelkan kartu pengenalnya untuk absen dan menatap beberapa kerumunan yang cemas memandang ke arahnya. "Selamat pagi." "Aku membayar kalian b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN