Elana berlari dari dapur menuju pintu utama. Mendengar bel yang berbunyi seperti alarm tanda kebakaran, langkahnya tergopoh-gopoh untuk membuka pintu. Melihat majikan perempuannya telah kembali di sore hari, Elana mengembuskan napas lega. "Nona Amara!" Pandangan Elana bercibaku pada sosok lain yang menjulang di belakang sang majikan. Sesaat dia terpaku, berdeham dengan sipu malu di pipi. "Selamat sore." Amara mendengus pelan. Masuk ke dalam rumah dan membiarkan Davion mengekori. Ketika sampai di ruang tamu, dan Elana menutup pintu. Melirik bingung pada si pria yang menjadi tamu Tuan Larius sebelumnya, dan kembali ke rumah bersama majikannya. Rasa penasaran membuat d**a Elana terbakar. Dengan sikap terbuka yang tidak seharusnya ia berikan, Elana mendapatkan dirinya bertanya dengan raut

