30

519 Kata

Ketika kelopak matanya membuka, pemandangan cat dinding yang mengelupas beserta lemari kayu yang hampir rubuh tergambar jelas. Amara mengerutkan kening, menangkap garis sinar matahari yang mengintip dari celah kamar dan mendesah. Dia tidak ada di kamarnya. Dan menyadari kalau dirinya terasa lengket, rasa sakit kepalanya telah kembali. Ketika dia mencoba bangun, menunduk untuk menatap selimut yang membungkus tubuhnya. Alisnya bertaut. Dia tidur dengan selimut? Menarik napas panjang dan mengusap kedua kelopak matanya yang masih terasa berat, dia mencoba bangun untuk meraih tasnya. Mencari kemana ponsel dan melihat jam di sana. Pukul tujuh pagi. Menyisir rambutnya dengan jemari, dia bergegas bangun untuk merapikan selimut dan seprai ranjang Davion yang ia tempati. Dia berhasil tidur sete

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN