38

1501 Kata

"Selamat da—," Davina mengerjap saat tahu siapa pengunjung kafe yang datang setelah satu jam buka. "—tang." Amara menatap sekitarnya yang sepi. Hanya ada dua meja terisi oleh pasangan kekasih dan dua lagi rekan kerja. Duduk berbincang satu sama lain dengan ramah dan serius yang sama. "Selamat datang," sapa Davina sekali lagi. Mencoba ramah. Memamerkan senyum cerahnya saat Amara menepi ke meja kasir. "Kau datang lebih pagi. Bosan?" "Di mana Davion?" "Ah," Davina berdeham. Menatap gadis itu lalu berpura-pura mencari Davion di dalam ruangan. "Tadi dia ada di sana. Tapi mendadak tidak ada sepuluh menit lalu. Aku pikir dia punya urusan di luar." "Berapa lama?" Alis Davina menaut. "Aku tidak yakin. Kau mau menunggu sepuluh menit lagi? Atau haruskah kuhubungi dia?" "Tidak perlu," balas Ama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN