44

1508 Kata

"Selamat pagi." Amara mengangguk samar pada suara riang Elana di depan kulkas. Ketika gadis itu tampak sibuk mengatur sarapan di atas meja. Bersama dua asisten lain yang mengurus dapur dan mencuci peralatan memasak di wastafel. "Kau memasak?" "Tuan Larius memanggil koki lama untuk kembali," kata Elana ceria. Ketika matanya berseri-seri menatap makanan mahal di atas meja. "Ini seperti masakan bintang lima, bukan? Aku rasa masakan ini jauh lebih lezat dibanding masakanku sebelumnya. Semua tampak mahal dan meriah. Koki menyiapkan ini spesial untuk majikan di rumah." "Kau terdengar kurang percaya diri sekarang," ujar Amara masam. Duduk di kursi dan menatap datar pada piring lauk yang tertata apik. "Selamat pagi semua." "Selamat pagi, Tuan Larius." Semua serempak memberi salam. Dua asist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN