Ketika dia turun, pemandangan gerbang tinggi berbahan dasar baja membuatnya keningnya mengernyit. Bentley telah terparkir sempurna, saat Amara masuk didampingi salah satu sipir laki-laki berwajah ketus dan dingin. Yang seakan siap mencabik dirinya menjadi serpihan kecil. Oh, Amara yang malang. Kehidupanmu di penjara kini tidak akan berbuah manis mungkin. Melintasi ruangan sempit dengan cahaya minim. Saat dia menarik napas, mendengar sipir membuka pintu dan pemandangan pengacara keluarga bersama sang ayah merasuk penglihatannya. "Amara?" Amara mengangguk pada sang sipir yang membiarkan mereka bicara. Ketika pintu tertutup secara keras, nyaris seperti terbanting. Menatap datar pada raut pucat Hinto dan gundah di mata sang ayah yang nampak jelas. Sedangkan Amara hanya bisa memasang raut da

