"Sudah lama menunggu?" Rail mendorong jus jeruk untuk Amara yang baru saja tiba. Kebetulan si pedagang memberikan jus di saat Amara baru saja datang, dan tidak perlu membiarkan jus itu mencair terlalu lama. "Baru sekitar sepuluh menit lalu," ujarnya dengan senyum. Amara menatap datar pada segelas jus jeruk dingin dan pada pedagang yang menjual berbagai aneka makanan ringan dalam gerobak. Yang dengan sabar mau menunggu sampai pembeli datang dan memesan. "Kau mau sesuatu? Biar kupesankan," tawar Rail dan Amara mendesah pelan. "Seharusnya aku menawarkan dirimu. Kau tertarik untuk mencicipi salah satunya?" Rail mengulum senyum saat dia bersandar di kursi. Memandang Amara dengan kedua tangan bersembunyi di saku jas kerja. "Ini mengingatkanku saat aku dan dirimu membolos jam pelajaran tera

