47

1512 Kata

"Ceritakan padaku tentangmu." "Apa yang ingin kau tahu?" Sentuhan jemari itu merambat turun. Seakan waktu dua jam belum mampu menuntaskan dahaga untuk menyentuh lebih banyak lagi. Kulit gadis itu tampak begitu lembut dan menenangkan di bawah sentuhan tangannya. Pancaran mata teduh itu berbinar ketika iris pekatnya menunduk. Davion menarik napas sebelum dia bersuara. "Kalau kau bertanya, aku akan menjawab." "Segalanya tentangmu." Gadis itu memindahkan kedua tangannya untuk dijadikan sandaran kepala. Saat posisi mereka lebih rekat dari sekedar lem pada buku sekali pun. Dalam kesadaran penuh, dan tubuh polos yang saling menekan satu sama lain. Amara bisa merasakan sapuan jemari itu membakar kulitnya seperti bara api. "Bagaimana kalau kau bicara tentang kehidupanmu dulu? Semisal, apa yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN