48

1520 Kata

"Anda baik-baik saja?" Larius menelan senyum dengan sorot hangat. "Jangan terlalu formal padaku, Rail. Santai saja. Aku mengundangmu hanya untuk bicara sebentar. Karena rasanya sudah lama sekali aku tidak duduk berbincang bersamamu." Rail menipiskan bibir. Meremas tangannya sendiri setelah ia masuk, mengekori sang tuan rumah sampai ke kebun belakang. Mansion mewah ini memiliki dua kebun yang masing-masing menciptakan daya tarik sendiri. Kedua air mancur dengan patung anak kecil bersayap tampak memikat. Rail tahu, sepenuhnya ide ini adalah milik mendiang istrinya, ibu dari Amara. "Aku mencemaskan Amara. Dia semalam tidak pulang," kata Larius lirih. "Apa dia bersamamu?" Rail mengerutkan kening. "Semalam kami bertemu untuk bicara. Setelah itu dia pergi. Aku tidak tahu kemana. Mungkin tidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN