42

2012 Kata

"Seharusnya aku membawa barang-barangku pindah kemari." Gerakan tangan Davion terhenti dari mengacak lemari sempitnya untuk mencari selimut bersih. Saat dia mengintip, melihat Amara mengangkat bahu dengan senyum tipis. "Hanya agar tidak merepotkanmu." "Tidak sama sekali," derit pintu lemari tua tertutup menyapa gendang telinga Amara yang berdenging entah untuk alasan apa. "Aku akan menukar selimut ini dengan yang baru." "Kenapa dengan yang lama?" "Tidak apa," Davion menarik asal selimutnya dan menyampirkan di bahu. Saat dia menaruh lipatan selimut yang baru dan Amara bergerak untuk duduk di ranjang. "Aku tidak keberatan memakai selimut bekas itu," tunjuknya pada selimut bersih yang Davion panggul. "Aku harus memperlakukan tamu dengan baik," katanya mencoba lucu. Amara mendengus, memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN