28

1075 Kata

Ana menahan ringisan saat mendengar suara tamparan keras itu berhasil membuat satu ruangan berubah senyap. Aksi ganas para perempuan ini berhasil tertangkap basah Amara. Saat dia melihat dua gadis dari divisi pemasaran melakukan kekerasan di toilet perempuan pada anak magang perusahaan. Entah untuk alasan apa yang belum sempat mereka jelaskan, amarah Amara terlanjur tinggi. "Kami minta maaf, Nona Amara." Keduanya berlutut untuk memohon ampun. Tamparan itu tidak berarti apa-apa. Amara tidak bicara sejak dia meminta mereka untuk pergi ke ruangan pemasaran secepatnya. Agar Amara bisa mengadili mereka dengan pantas. Lalu meminta Ana memesankan taksi agar pegawai magang itu pulang atau pergi ke klinik kantor, meminta dokter jaga di sana memeriksa lukanya. "Kalian belajar etika? Apa pantas m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN