27

1939 Kata

Jam tujuh malam. Setelah matahari sepenuhnya tertidur, meminta bulan naik untuk bertahta di atas langit yang pekat. Bintang bertaburan indah. Tokyo diberkati malam cerah seperti malam sebelumnya. Dan pakar cuaca tidak akan berceloteh tentang cuaca buruk yang turut menyumbang turunnya suasana hati bagus bagi sebagian orang. Yang gemar mencari udara segar untuk mengikis penat pada pundak mereka. Amara berjalan menikmati orang-orang yang berlalu di sekelilingnya. Udara malam ini tidak terlalu dingin seperti malam sebelumnya. Penampilannya tidak lagi sesempurna pagi tadi. Terlihat kacau dan berantakan. Dengan rambut yang tergerai, membiarkan helaiannya menutupi separuh wajah kala dia tertunduk. Davion menarik napas. Meremas tangannya sendiri di dalam saku celana sebelum berani bersuara. "Bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN