22

3080 Kata

"Jangan beri dia kafein lagi." Davina mengernyit dalam. Menatap Davion yang duduk, memberi gradasi dengan aneka pensil warna beragam. Yang Ken belikan untuknya. Sikap anti sosial Davion terlalu mendarah daging, dan dia mengutarakannya langsung pada Ken. Dia akan tetap bekerja meski dari balik layar. Dan tidak menjadi kepentingannya untuk ikut setiap rapat proyek. Ken menyetujui. Dengan mudah mengatur segalanya demi Davion. "Kenapa?" Davion menghela napas. "Kau tahu alasannya," singkat. Tanpa bertele-tele. "Ini sudah setahun. Dia tidak biasanya sering datang. Tapi beberapa akhir ini, dia rutin datang setiap jam kerja. Biasanya satu minggu hanya dua atau tiga kali. Aku sampai hapal kebiasaannya. Dia datang kalau dia sedang tertekan," kata Davina memaparkan. "Aku rasa sekarang tidak. Ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN