62

5061 Kata

"Kalau kepalamu sakit, bicara pada Mama. Hm?" "Iya." Amara menarik napas. Membentangkan salah satu tangannya untuk memeluk bahu kecil sang anak, mengusap rambut sebahunya dengan sayang. Membiarkan putrinya yang manis bersandar di dadanya saat sibuk bermain. Ini hari pertama setelah keadaannya membaik. Demamnya baru saja turun. Setelah dokter pribadi datang dan memberi resep untuk ditebus, Elana pergi secepat kilat untuk membawa obat. Dan resep itu berhasil membuat demam putrinya turun. Amara baru bisa bernapas lega sekarang. "Mama ini gambar apa?" "Badak!" "Bukan!" "Badak! Kalau bukan badak, gajah!" Kembali mendengar keributan, Amara mengulas satu senyuman untuk menenangkan sang putri yang tampak jengkel. Ketika mata kelamnya menatap sang ibu dengan raut muram. Telunjuk kecilnya me

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN