61

1088 Kata

Satu bulan kemudian ... Hito hanya mampu termenung dalam diam. Ketika sorot matanya menatap nanar pada gundukan makam dengan potongan rumput pendek. Terlihat jelas bahwa pemakaman mahal ini terawat dengan baik. Meski sepi sekali pun, pihak keluarga tidak tutup mata untuk membagikan separuh harta mereka demi merawat makam sanak keluarga yang lebih dulu berpulang. "Hari ini Amara menikah. Aku ingin sekali melihatnya walau hanya lima menit. Rasanya mungkin lebih baik ketika aku memandangnya bahagia untuk terakhir kali." Mata Hito memburam. Ketika dia mundur, memberi jarak bagi sang majikan untuk bicara pada makam sang istri. "Terima kasih karena telah merawatnya dengan baik walau aku tidak di sampingmu," katanya gemetar. "Jika saja waktu bisa diulang kembali, banyak hal yang harus aku per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN