Sebenarnya Davion punya banyak kesempatan untuk menjauh atau melarikan diri sebelum kekacauan yang ia buat sendiri semakin menekannya ke dasar. Dia tidak mengerti. Benar-benar tidak bisa meluruskan isi kepalanya. Melihat pemandangan itu semestinya menjadi hal yang paling normal. Tapi mengapa? "Aku harap kau baik-baik saja." Davion ingin sekali mendekat dan mendengar apa yang Rail bicarakan. Tanpa perlu menerka-nerka atau berubah menjadi cenayang dadakan untuk sekadar tahu percakapan mereka. Amara mengangguk pias. Tidak bersuara atau membalas pelukan itu. Sikapnya yang apatis mungkin membunuh perasaan Rail yang terlanjur dalam. Dan Amara tidak mengerti, apakah perasaan Rail serupa dengan warna air laut di tengah samudera. Yang semakin pekat dan tidak lagi terlihat dasarnya? Rail melepas

