Beberapa menit berlalu namun Angel tak kunjung sadarkan diri. Dengan wajah yang memucat dan pikiran yang sudah berkecamuk. Vero terus berusaha memberikan nafas buatan, sebelum itu juga pria itu sudah berteriak pada bi Yati agar segera menelpon dokter pribadinya. "Angel bangun." Bisik Vero lemah, menatap nanar Angel yang tergeletak tak berdaya di lantai. "Uhuk uhuk." Angel terbatuk seraya mengeluarkan air dari mulutnya, sontak saja hal itu membuat Vero menghela nafas lega dan langsung menarik Angel kedalam pelukannya, mendekap dengan sangat erat seraya sesekali mengucap syukur. "Aku kira kamu akan pergi." Lirihnya masih setia memeluk Angel yang lemah. Gadis itu hanya terdiam tapi ikut membalas pelukan Vero karena kepalanya terasa pusing. Vero yang merasa aneh karena Angel masih tak kunj

