Malam harinya. Angel berusaha memejamkan matanya berkali-kali tapi tidak bisa bahkan dia juga sudah merubah posisi tidurnya agar lebih enak tapi usahanya nihil dan matanya tak kunjung terpejam, karena biasanya jika sedang sakit seperti ini pasti Daddy-nya akan menemaninya sampai terpejam. Menghela nafas kasar, Angel benar-benar lelah dan butuh tidur. Gadis itu beranjak dari kasur bergegas keluar dari kamarnya menuju kamar Vero. Ia ingin meminta, pria itu agar menemaninya sampai tertidur. Tok tok tok Angel mengetuk pintu kamar dengan pelan, menunggu jawaban dari siempunya kamar. Angel kembali mengetuk tapi tak kunjung ada sahutan dari dalam sana membuatnya sedikit kesal, tanpa permisi gadis itu langsung menerobos masuk. Untung saja kamar Vero tidak di kunci. Kedua alis Angel seketika

