"Gimana kuliahmu hari ini, Dek? Lancar, kan?" tanya Daniella. Saat ini, mereka menghabiskan waktu berdua di halaman rumah Roland. Daniella yang melihat Alara pulang kuliah langsung mengajaknya minum teh hangat. Alara pun menyambut baik ajakan wanita hamil itu. "Alhamdulillah, lancar kok, Kak," jawab Alara. "Syukurlah kalau gitu. Eh, si Selim gimana kabarnya?" goda Daniella. Alara mengedikkan bahunya. "Entahlah, cuma tadi dia nyebelin banget. Masa dia tarik-tarik aku ke toilet sih? Kan gak enak kalau mahasiswa lain pada lihat!" gerutunya. "Oh, ya? Udah stres kali tuh dia!" Daniella memainkan jari telunjuk di keningnya dengan posisi miring. "Memangnya dia kenapa? Kok bisa sampai nekat gitu sih?" "Katanya sih mau ngajak bicara. Ya kali mau ngajak bicara kok dalam toilet. Bikin otak oran

