Selim terkejut dengan suara azan Subuh. Seketika ia bangun dari tempat tidur yang dulu ditempati Alara. Sejak kepergian gadis itu, ia lebih sering tidur di kamar itu. Ia hanya akan masuk ke kamarnya untuk mandi dan berpakaian. Selebihnya ia menghabiskan waktu untuk di kamar itu. Entah untuk menyelesaikan pekerjaannya atau sekadar melamun, mengenang kembali kebersamaan mereka yang begitu singkat. Suara azan masih terdengar di telinganya. Wajahnya yang sempat mengantuk kembali segar. Seketika ucapan Roland menegurnya. Kalau lo lagi ada masalah, berdoa! Mabuk gak akan menyelesaikan masalah! Selim kembali merasa tertampar padahal yang menegurnya adalah orang yang pernah berada di jalan yang sama dengannya. Ia pun berdiri lalu bergegas ke kamar mandi untuk buang* air kecil lalu berwudhu. Ia

