38. Selamat Tinggal

1050 Kata

Alara berdiri setelah menyelesaikan soal terakhir dari mata kuliah yang Selim ajarkan. Sembari menghela napas lega, ia menghampiri pria itu untuk menyerahkan lembar soal dan lembar jawabannya. "Bisa kita bicara?" bisik Selim. Keduanya saling berpandangan sejenak hingga Alara mengangguk pelan seraya tersenyum tipis. "Di mana?" tanya Alara seraya berbisik. "Di ruanganku," cetus Selim. Alara kembali mengangguk. Ia pun segera keluar dari kelas sebelum mahasiswa lain menatap curiga padanya. Selim kembali melanjutkan tugasnya. Ia pun tak segan menegur mahasiswa yang terlihat bekerja sama saat ujian. Ia memang dikenal sebagai dosen tegas dan tak pernah ragu untuk tidak meluluskan mahasiswa yang terbukti berbuat curang saat ujian. Satu jam berlalu. Seluruh mahasiswa diminta olehnya mengumpu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN